OPEN LETTER FROM MAYDAY ANARCHIST PRISONERS 2026 (BANDUNG, INDONESIA)


Apa kabar, LBH Bandung?

Kami di sini masih hidup. Masih bersuara. Masih menunggu.

Bagaimana kabar kalian di luar sana? Apakah pekerjaan berjalan baik? Apakah agenda-agenda terus bergulir seperti biasa?

Sementara itu, kami masih berada di sini. Sepuluh orang di Polda Jawa Barat. Menjalani hari demi hari dengan satu pertanyaan yang terus berulang:
Apakah kami masih dianggap ada?

Kami sering mendengar bahwa setiap orang berhak atas pendampingan hukum. Bahwa akses terhadap keadilan tidak boleh ditentukan oleh latar belakang politik, pilihan organisasi, atau stigma yang melekat pada seseorang.

Namun ketika tuduhan “anarkis” disematkan kepada kami, apakah prinsip itu masih berlaku?

Ketika seseorang dicap sebagai pelaku kekerasan, apakah ia otomatis kehilangan hak untuk didampingi? Kehilangan hak untuk didengar? Kehilangan hak untuk diperlakukan sebagai manusia?

Kami tidak meminta dibenarkan.

Kami hanya mempertanyakan: apakah prinsip bantuan hukum tetap berdiri ketika kasus yang dihadapi tidak populer?

Jika ada waktu, datanglah berkunjung.
Selasa atau Kamis adalah jadwal besuk kami.

Atau hubungi pengacara kami jika ingin mengetahui keadaan kami secara langsung.

Karena di balik berkas perkara, berita media, dan label-label yang beredar, masih ada manusia yang menunggu kabar dari dunia luar.

Terima kasih kepada kawan-kawan di Indonesia dan berbagai negara yang masih mengingat kami, mengirim dukungan, dan memastikan bahwa nama-nama kami tidak hilang begitu saja.

Mungkin kami tidak selalu benar.
Mungkin kami tidak selalu menang.

Tetapi bahkan mereka yang dituduh, dibenci, atau ditinggalkan tetap memiliki hak yang sama di hadapan hukum.

Dan karena itu kami akan terus mengingatkan:

Keadilan yang hanya hadir untuk mereka yang disukai bukanlah keadilan.

Kami tidak selalu menang.
Tapi kami selalu hadir.

LLA

#selatanaayaan


ENGLISH VERSION

How are you, LBH Bandung?

We are still alive here. Still speaking. Still waiting.

How are things out there? Is the work going well? Do the agendas keep moving forward as usual?

Meanwhile, we remain here. Ten people in the West Java Regional Police detention facility. Living day after day with one question that keeps returning:

Do we still exist in your eyes?

We often hear that everyone has the right to legal assistance. That access to justice should not be determined by political background, organizational affiliation, or the stigma attached to a person.

But when the label “anarchist” is placed upon us, does that principle still apply?

When someone is branded a perpetrator of violence, do they automatically lose the right to be defended? The right to be heard? The right to be treated as a human being?

We are not asking to be justified.

We are only asking: does the principle of legal aid still stand when the case is unpopular?

If you have the time, come and visit.

Tuesday and Thursday are our visitation days.

Or contact our lawyer if you wish to hear directly about our situation.

Because behind the case files, the news reports, and the labels that circulate, there are still human beings waiting for a sign from the outside world.

Thank you to comrades across Indonesia and around the world who continue to remember us, send support, and ensure that our names do not simply disappear.

Perhaps we are not always right.

Perhaps we do not always win.

But even those who are accused, hated, or abandoned still possess the same rights before the law.

And so we will continue to remind everyone:

Justice that appears only for those who are liked is not justice at all.

We do not always win.

But we are always present.

Long Live Anarchy!

May Day 2026 Anarchist Prisoners