Bantuan Medis Jalanan & Keselamatan Demonstran

Panduan ini juga tersedia dalam bentuk .pdf. Klik tautan berikut untuk unduh.

Panduan ini tidak dimaksudkan untuk mengganti pelatihan pertolongan pertama dan medis jalanan. Informasi yang kami sediakan dalam panduan medis jalanan ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai materi referensi atau untuk tujuan pendidikan. Materi ini juga tidak menjadi acuan kualifikasi seseorang untuk menjadi medis jalanan tanpa mendapatkan pelatihan yang layak oleh instruktur terkualifikasi. Kami menyarankan untuk menemukan kolektif kesehatan lokal yang terpercaya untuk pelatihan yang berkelanjutan.

Gambaran Besar

Apa yang benar-benar ditunjukkan oleh sejarah adalah bahwa kerajaan masa kini adalah abu masa depan, bahwa tidak ada yang abadi, dan bahwa tidak melawan sama saja dengan menyetujui penindasanmu sendiri. Bentuk kewarasan terbesar yang bisa dilakukan oleh siapa pun adalah dengan melawan kekuatan yang mencoba menundukkan, menindas, dan menghancurkan jiwa manusia.

– Mumia Abu Jamal

Informasi pertolongan pertama dalam aksi di jalanan ini akan menjelaskan secara singkat dan efektif teknik untuk menghindari dan menangani pengaruh gas air mata, semprotan lada, trauma, masalah cuaca dan kemungkinan lain.

Metode yang digunakan oleh polisi pada umumnya tidak dimaksudkan untuk menciptakan rasa sakit. Sebagian besar biasanya adalah peralatan distraksi untuk pembubaran paksa demonstrasi (kecuali di banyak negara berkembang, juga Indonesia, dimana senjata api sangat mungkin untuk digunakan dalam penanganan demonstrasi).

Ketakutan tumbuh karena ketidakpastian dan kurangnya pengetahuan. Ada banyak informasi di sini. Kami mendesak agar setiap kelompok afinitas, kolektif, organisasi atau kelompokmu menunjuk seorang untuk menjadi Monitor Medis supaya belajar -atau dapat secara efektif merujuk pada dokumen ini, dan dokumen kesehatan lainnya tentang perlengkapan dan beberapa nasihat yang telah kami keluarkan. Kami ingin kamu dan kawan-kawan tetap sehat, bahagia, dan aktif.

Ingat, mereka lebih takut kepada kita ketimbang kita pada mereka. Mereka memahami dengan jelas bahwa kita memiliki kekuatan untuk mengubah sistem busuk ini, dan kita telah menunjukkan bahwa kita dapat menghadapi ketakutan kita.

Tetaplah manusia.

BAGIAN I

PENGANTAR UNTUK MEDIS JALANAN

Empat Tingkat Persiapan dan Pertolongan Kesehatan dalam Demonstrasi.

  1. Demonstran:

Demonstran harus mempelajari pengetahuan, teknik, persiapan dan P3K jalanan paling dasar, termasuk obat-obatan pribadi. Mereka harus mempunyai atau mencari informasi soal sumber daya organisasi yang ada di balik demonstrasi (legal, medis, logistik, dsb). Untuk demonstrasi berskala besar dan terorganisir, biasanya hal ini sudah dipersiapkan lebih matang. Namun aksi-aksi kecil, yang seringkali agak spontan dan diorganisir oleh kelompok perlawanan lokal, persiapan dan peralatan biasanya seadanya dan tidak terlalu dipikirkan.

  1. Monitor Medis:

Setiap kelompok afinitas harus menunjuk seseorang sebagai Monitor Medis untuk dilatih secara lebih ekstensif dibanding seluruh anggota kelompok. Orang ini akan memastikan bahwa setiap kelompok memiliki persiadaan P3K, yang akan mengetahui dasar-dasar P3K, bagaimana mengakses sistem medis, dan menguasai dokumen riwayat kesehatan anggota kelompok.

  1. Medis Jalanan:

Seorang yang terlatih dan terorganisir untuk menyediakan kebutuhan P3K kepada siapapun yang membutuhkan bantuan. Beberapa protes biasanya dikawal oleh polisi, yang dalam kasus terburuk, melukai para pengunjuk rasa dan pengamat yang terlibat dalam hak demokratis mereka untuk kebebasan berbicara dan berkumpul (beberapa aksi protes memang sengaja dikawal oleh polisi anti huru-hara). Faktor-faktor lain yang menyebabkan adanya risiko dalam protes biasanya termasuk orang-orang yang melakukan taktik yang tidak terlatih untuk mereka, dan ya, berada di luar untuk waktu yang lama dalam cuaca yang tidak mereka siapkan. Medis jalanan ada di sana untuk menanggapi kebutuhan orang-orang sebelum, selama dan setelah peristiwa-peristiwa ini. Dalam menghadapi kurangnya layanan darurat yang memadai, medis jalanan melakukan yang terbaik untuk menyediakan pengganti layanan seperti transportasi darurat, pertolongan pertama dan dukungan psikologis.

Kamu dapat mempertimbangkan untuk terlibat dalam kolektif medis jalanan dan kesehatan tertentu (di Indonesia, Palang Hitam adalah yang pertama dan satu-satunya) untuk menjadi relawan medis jalanan. Tetapi ada cukup banyak medis jalanan di Eropa dan AS yang berkomitmen secara personal untuk menyediakan pertolongan pertama dan mereka yang berkerja secara individual tentunya akan lebih banyak mengeluarkan biaya (sesuatu yang tidak terlalu menjadi masalah untuk penduduk negara maju). Beberapa medis jalanan yang potensial biasanya juga berkerja di institusi kesehatan yang akan mempermasalahkan keterlibatan mereka dalam aksi-aksi politik. Akan lebih baik jika mereka ini mempersiapkan diri sebelum terlihat dan terfoto saat mengikuti aktivisme tertentu (kami tidak menyarankan untuk meminta izin, karena hal ini biasanya belum diatur, artinya, bersifat ekstra-legal).

Siapapun bisa menjadi medis jalanan, tapi tidak semua orang dapat melakukannya. Akan jauh lebih baik jika para demonstran untuk memanggil bantuan medis dari luar, ketimbang untuk mencarimu, hanya untuk mendengar bahwa kamu ternyata tidak dapat merawat mereka. Mempelajari teknik perawatan yang memadai seperti memotong, membersihkan dan cidera lain sangat penting, sebab perawatan yang tidak berpengalaman dapat memperburuk cidera, dan dalam hal ini jauh lebih baik untuk langsung melarikan korban ke fasilitas kesehatan terdekat tanpa intervensimu. Jika kamu relawan medis jalanan baru dan kurang berpengalaman, akan jauh lebih baik bahwa dalam perencanaan aksi maupun di lapangan untuk menyatakan tingkat kemampuan medismu.  “Saat aksi, saya ingin kalian tidak berharap banyak pada saya. Saya bisa menangani….. tapi tidak dalam soal ….” atau“Ini cidera parah yang tidak dapat saya tangani, kita harus segera melarikannya.”Ada kemungkinan bahwa medis jalanan kelewat bangga dengan dirinya, sehingga harus dan tetap menanggung skenario berat yang sebenarnya tidak dapat ia tangani.

  1. Sistem Medis Darurat:

Rumah sakit, klinik, ambulan dan 911. Menyediakan perawatan untuk yang sakit dan luka yang lebih kompleks. Ambulan biasanya tidak dapat mendekati area kerusuhan, atau hanya berkerja dengan arahan kepolisian. Bagaimanapun juga, inilah pentingnya medis jalanan.

Di Montreal, kami telah melihat pada demonstrasi mahasiswa bahwa beberapa awak medis mengenakan pakaian anti huru-hara yang sama dengan polisi anti huru-hara, dan bekerja berdampingan dengan mereka (dilengkapi helm, tameng bertanda palang merah, rompi, topeng gas, dsb). Namun, dalam pengalaman kami yang terbatas ini, mereka bersikap sopan dan profesional ketika menangani para pengunjuk rasa yang terluka.

Di AS, para medis dan awak ambulans sering tampak berseragam polisi, mengenakan pakaian hitam tim SWAT, dan mungkin bertindak macho. Namun, kami sangat terkejut melihat betapa banyak yang benar-benar sopan dan penuh perhatian ketika bersama para pengunjuk rasa dan orang-orang tunawisma (di Indonesia, tim medis tidak disediakan bahkan bagi para polisi sekalipun. Tim medis hadir dalam demonstrasi skala raksasa atau yang disorot oleh media. Misal, aksi di depan gedung saat pengadilan Ahok).

Tunjukkan rasa hormat kepada para profesional kesehatan lainnya dan polisi selama intervensi medis, dan biasanya, rasa hormat akan ditunjukkan balik kepadamu.

Kriteria Medis Jalanan

  1. Kemampuan pertolongan pertama dan medis yang terkualifikasi,
  2. Inderawi yang baik (khususnya mata, telinga, dan suara), daya tahan tubuh untuk aktivitas dalam jangka waktu lama, kemampuan berlari yang baik, dan
  3. Punya kesepemahan dalam gerakan kerakyatan dan tujuan dari gerakan, peran pentingnya dalam keselamatan kameradnya dalam aksi demi keberlanjutan gerakan.

Keselamatan Paling Dasar

Rencana aksi:

Ketahui jenis aksi apa yang kamu akan ikuti. Aksi di satu titik, dengan surat izin sebelumnya, membuat polisi menyiapkan peralatan yang biasa dilakukan untuk penangkapan, bukan pembubaran paksa. Kawat kayu dan kendaraan pembubar massa mungkin sudah dipersiapkan. Dalam hal ini, biasanya polisi menangkap dan menyeret demonstran ke belakang garis polisi (sambil menghabisinya). Medis jalanan harus tersedia atau pergi ke belakang garis polisi untuk memberikan bantuan medis.

Aksi long march akan bakal lebih mudah untuk kabur atau melakukan pertempuran jalanan. Biasanya zona perang akan terkonsentrasi di satu titik dengan dua sisi, demonstran dan polisi. Demonstran yang terluka dapat dibawa ke ruang aman (lihat bagian selanjutnya), yang terletak agak jauh dari zona perang. Ruang aman dapat diciptakan di area terbuka yang luas, seperti lapangan, parkir, atau halaman. Dalam situasi yang sangat genting dimana polisi melakukan penembakan dan muncul korban tewas, ruang aman sebisa mungkin di dalam ruangan dimana ada peralatan lain yang bisa digunakan untuk bantuan medis, misalnya kantor atau kafe. Di saat rusuh, fasilitas publik dan toko swasta menutup gedungnya. Pertimbangkan mencari perumahan warga. Kecuali punya relawan dalam jumlah banyak dan tersebar, medis jalanan akan kesulitan untuk memberikan bantuan untuk massa dalam jumlah besar dengan zona perang yang tersebar.

Aksi langsung di titik konflik, misalnya penggusuran dan penyerangan, mempunyai keuntungan dimana massa aksi lebih punya persiapan dan mengetahui situasi dan wilayahnya sendiri. Dalam hal ini, massa biasanya juga akan lebih banyak, sehingga bantuan tenaga juga akan lebih mudah didapatkan. Ruang aman juga bisa disiapkan dibanyak tempat. Ketika massa aksi sudah mempersiapkan diri untuk konfrontasi fisik, maka medis jalanan harus lebih mempersiapkan diri lagi. Di titik konflik dimana massa menjadi pasif dan terderadikalisasi oleh LSM, persiapan medis biasanya akan lebih mudah.

Kerusuhan yang disengaja adalah skenario paling sulit. Kita membutuhkan persiapan lebih matang, survei lokasi, dan penyediaan peralatan yang baik. Mayday di UIN Yogyakarta sangat lalai dalam hal ini. Demonstran yang tertangkap tidak mendapatkan bantuan medis apapun, bahkan hingga ke kantor kepolisian. Warga sekitar yang marah dan terprovokasi juga memperburuk situasi karena biasanya demonstran akan benar-benar dihabisi (dalam video salah satu demonstran “diamankan” oleh polisi ke pos satlantas, dimana warga berteriak untuk membakarnya).

Rencana Kedepan:

Persiapkan kebutuhan, peralatan dan perawatan paling mendesak. Ketahui kemungkinan apa yang akan terjadi. Ketahui bagaimana cara mendapatkan bantuan. Bagaimana cara menghubungi kembali teman-temanmu jika terpisah.

Terorganisir dan jadilah pro-aktif:

Berkerjalah bersama temanmu, atau yang lebih baik, bentuk kelompok afinitas/selmu sendiri. Kelompok afinitas dapat dibentuk untuk tujuan jangka pendek atau jangka panjang. Misal, selama kampanye dalam melawan penggusuran, atau hanya selama satu aksi tertentu. Bersama-sama kamu dapat saling membantu sama lain, berbagi tugas, dan menyelesaikan lebih banyak aktivitas, aksi langsung, dan saling membantu, dsb, ketimbang yang kamu lakukan secara individual. Jadilah dalam bagian solidaritas.

Berkomunikasi dengan orang kunci, misal legal, orator, atau koordinator lapangan dan kelompok lain dalam demonstrasi. Kirimkan “pengintai” untuk melaporkan apa yang sedang terjadi di luar jangkauan pengamatan. Apakah polisi sedang menyiapkan perangkap di jalur lain? Pengintai mencari tahu apa yang sedang terjadi ditempat lain dan melaporkannya kembali. Di Indonesia, perangkap biasanya tidak dilakukan. Polisi ingin mencari mudah dengan langsung mengejar dan menangkap demonstran dari satu arah, sehingga demonstran bisa kabur dengan bebas ke arah sebaliknya. Perangkap mungkin dirancang jika aksi berlangsung lama dan massa susah dikendalikan, sehingga mereka memiliki waktu untuk menyiapkannya.

Senjata no.1 kepolisian adalah ketakutan. Kita dapat mengatur ketenangan kita karena di saat seperti ini, kita akan berfikir lebih baik.

Ketahui hakmu: ada tiga dokumen di Indonesia yang HARUS dibaca dan dipahami. Peraturan Kapolri Nomor 8/2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia membantu kita untuk memahami etika dan prosedur pelayanan kepolisian. Bab VI KUHAP mulai dari Pasal 50-68 membantu kita memahami hak-hak tersangka dan terdakwa. UU No.18/2003 membantu kita memahami tentang advokasi dan pemberian jasa hukum.

KETAHUI:

  1. Tata letak area. Pikirkan dulu ke mana kamu akan pergi jika ada masalah. Saat kamu bergerak, ingatlah rencana keluar. Miliki peta dan install Google Map jika kamu berada di tempat yang asing.
  2. Kantongi semua nomor telefon ambulan yang ada di daerah sekitarmu.
  3. Rencana untuk demonstrasi dan kelompokmu, sebanyak mungkin.
  4. Sikap polisi, dan bagaimana mereka dapat menanggapi para demonstran:
  • Perhatikan apa yang sedang dilakukan polisi, di mana mereka bergerak.
  • Apakah mereka santai, atau apakah mereka tegang dan siap untuk bertempur? Peralatan dan senjata apa yang mereka bawa.
  • Hati-hati terhadap kelompok polisi yang menyamar – cenderung memiliki tipe tubuh atletik, dan bekerja dalam kelompok. Provokator digunakan oleh polisi tetapi bukan polisi. Mereka bisa terlihat seperti orang lain.
  • Kirim pengintai untuk melaporkan polisi & aktivitas yang disembunyikan dari pandanganmu.
  1. Cara menghubungi bantuan hukum jika kamu ditangkap atau ditahan. Tulis nomor kontak hukum dengan tinta yang tidak bisa dihapus pada kulitmu, di tempat di mana kamu bisa melihatnya ketika diborgol.
  2. Di mana petugas medis, dan jika ada ruang perawatan medis, klinik, RS terdekat.

Simpati adalah kewajiban. Tetapi medis jalanan harus punya mental yang kuat ketika menyaksikan korban di pihak rakyat atau kekerasan yang dilakukan oleh kepolisian. Jangan sampai kepedulian medis justru membuatnya melakukan tindakan heroik konyol yang membuat dapat ditahan, terluka atau tewas. Tetapi relawan medis jalanan sekaligus adalah sekaligus  seorang aktivis, dan sudah sepantasnya ia juga melakukan aksi-aksi di luar pertolongan pertama.

BAGIAN II

BAGAIMANA BERPAKAIAN UNTUK REVOLUSI

Atribut yang dipakai bagi aktivis anti-otoritarian beragam dan menyesuaikan dengan bentuk aksi. Black bloc biasanya bersepatu kerja hitam atau sepatu bot militer, celana, balaclavas atau topeng ski, sarung tangan dan jaket hitam polos, merek North Face atau yang lainnya. Masker gas dan kacamata gas dapat ditambahkan sebagai aksesori, tetapi dasar-dasarnya tetap sama sejak awal tampilan. Sarung tangan kerja berat untuk menyingkirkan kartrid gas air mata yang panas. Helm sepeda, olahraga, sepeda motor atau militer dengan pelindung wajah tahan pecah jika ada peluang peluru plastik & karet.

Penciptaan anonimitas massal melindunginya dari ancaman pasca-aksi oleh kelompok lawan politik dan polisi, sebuah proses di mana identitas dan informasi kontak mereka, termasuk alamat dan tempat kerja, dipublikasikan. Orang-orang di rumah dapat menggunakan informasi ini untuk melecehkan dan mengancam. Demikian pula, polisi dan lembaga lain memiliki staf yang berdedikasi untuk mendokumentasikan demonstrasi, dan mereka bekerja untuk mengidentifikasi orang-orang di film dan video. Ini adalah salah satu alasan mengapa beberapa anarkis dan anti-fasis menganjurkan menghancurkan, menyingkirkan, atau menutup kamera pada demonstrasi.

Karena teknik pengawasan telah berkembang dan menjamur – bangkitnya kamera telepon portabel beresolusi tinggi bersama dengan media sosial berarti lebih banyak dokumentasi dan distribusi lebih dari sebelumnya – praktisi telah berevolusi dari menutupi penanda yang jelas seperti tato, tanda lahir dan bekas luka hingga menyembunyikan indikator biometrik seperti telinga dan hidung (di Indonesia, beruntungnya, identifikasi digital masih dilakukan secara manual). Beberapa partisipan black bloc mengatakan mereka telah mendengar orang-orang menempatkan beban di ikat pinggang untuk mengubah postur perut mereka. Selain pertimbangan taktis, black bloc menciptakan hubungan emosional dengan partisipan lain.“Keseragaman karakteristik” dan rasa kesamaan visual memberikan peningkatan perasaan solidaritas.

Kesalahan utama mereka yang hendak menerapkan model black bloc adalah menggunakan atribut dengan detail yang membuatnya bisa diidentifikasi dengan mudah oleh polisi, seperti rompi jeans, jaket dengan patch, atau celana yang warnanya tidak gelap. Kesalahan lain adalah berpakaian black bloc untuk aksi damai atau gerombolan black bloc di tengah massa yang umum. Mereka justru akan semakin mudah teridentifikasi, dan dalam hal ini, anonimitas tetap berlaku bagi individu, tapi tidak bagi kelompok. Tidak ada jumlah yang perlu menjadi acuan bagi peserta black bloc untuk mengikuti aksi skala besar yang tidak mengikuti model black bloc. Jika aksi memang tidak dirancang untuk rusuh, maka black bloc tidak menjadi masalah karena membantu melindungi identitas, terutama jika poster, spanduk atau orasi yang disampaikan sangat langsung. Pertimbangkan apakah memang perlu untuk mempersiapkan peralatan pertempuran jalanan. Sebab jika ternyata aksi dirancang untuk damai, peralatan dan atribut pertempuran jalanan dapat memprovokasi kepolisian. Terlepas dari itu, black bloc juga kurang cocok untuk diterapkan di iklim tropis, karena dapat menyebabkan panas berlebihan.

Jika ditangkap, barang-barangmu akan diambil, dan beberapa hal seperti masker gas mungkin disita darimu. Kantong akan dikosongkan, dompet, tas dan ransel dapat dicari dan semua konten difotokopi atau disalin secara digital. Di penjara, mereka akan mengambil ikat pinggang dan tali sepatumu. Mereka mungkin menyalin buku alamatmu, kartu SIM ponsel untuk kontak, dan kartu memori kamera. Mereka mungkin menggunakan foto orang-orang Kamu untuk pengawasan kelompok dan individu, atau bahkan untuk mengidentifikasi seseorang karena melakukan kejahatan (itulah mengapa kamu harus membedakan siapa dan apa yang kamu potret). Obat-obatan terlarang atau barang-barang seperti pisau saku bisa memberikanmu tuduhan hukum lain.

Medis jalanan bisa mempertimbangkan untuk mengikuti black bloc atau tidak (tapi pertimbangkan bahwa ada kemungkinan medis jalanan akan diidentifikasi sebagai demonstran). Beberapa catatan lain untuk medis jalanan:

  1. Ia memerlukan atribut Palang Hitam yang membuatnya dapat diidentifikasi oleh demonstran yang lain. Atribut Palang Hitam bisa dipertimbangkan untuk tidak dikenakan atau dilepas, yang mana, hanya relawan sendiri yang menentukannya, berdasarkan pertimbangan dan penilaian atas situasi yang dia hadapi.
  2. Satu orang medis berperlengkapan baik akan jauh lebih berguna ketimbang tiga medis yang lumpuh karena gas air mata.
  3. Gunakan pakaian yang melindungi kulit sebanyak mungkin, tanpa harus menjadi terlalu panas atau membuat gerak tubuh menjadi terbatas. Ingat: kami mungkin harus berlari. Pakaian dari nylon dapat mengurangi panas dan keringat dengan mudah, dan juga melindungi kulit (hingga batas tertentu) dari agen kimia. Celana kargo dengan banyak kantong dengan tas hip, atau sabuk peralatan, akan sangat membantu.
  4. Jangan mengenakan lensa kontak saat protes. Gas air mata atau semprotan lada dapat terperangkap antara lensa kontak dan matamu yang mana dapat melumpuhkan medis.
  5. Helm kerja dan tameng bisa dipersiapkan untuk melakukan penyelamatan demonstran yang lumpuh dan tertinggal, di saat terjadinya saling lempar batu dan tembak-menembak.

BAGIAN III

PERALATAN DAN BANTUAN MEDIS

CHARLOTTESVILLE, VA – AUGUST 12: Rescue workers and medics tend to many people who were injured when a car plowed through a crowd of anti-facist counter-demonstrators marching through the downtown shopping district August 12, 2017 in Charlottesville, Virginia. The car plowed through the crowed following the shutdown of the “Unite the Right” rally by police after white nationalists, neo-Nazis and members of the “alt-right” and counter-protesters clashed near Lee Park, where a statue of Confederate General Robert E. Lee is slated to be removed. (Photo by Chip Somodevilla/Getty Images)

Kami sudah mempelajari Peraturan Kapolri No.16/2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa, dan sangat PENTING bagimu untuk juga mempelajarinya. Tapi bagian ini (secara singkat) tidak rancang untuk bagaimana terlibat dalam pertempuran jalanan dengan mereka. Melainkan, untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi kemungkinan kecelakaan dan cidera yang diakibatkan dalam upaya pengendalian massa (dalmas). Polisi mengenal tiga tingkat situasi massa, yaitu hijaukuning dan merah. Merah adalah situasi paling darurat. Dalam kasus tertentu (massa berjumlah besar, massa dari dua kelompok, atau isu-isu yang genting) situasi yang disiagakan oleh polisi bisa langsung berada dalam situasi kuning. Artinya, mereka sudah mempersiapkan peralatan dan personil. Namun pada umumnya, mereka mempersiapkan situasi hijau. Polisi mempersiap tiga ruang lingkup dalmas, yaitu jalan raya, di depan gedung/bangunan penting dan lapangan/lahan terbuka. Masing-masing ruang lingkup akan membuat mereka menyusun formasi yang berbeda-beda. Dalam situasi apapun, mereka dilarang untuk menggunakan senjata tajam dan senjata api dalam demonstrasi. Dalam kasus penggusuran dan konflik di lapangan, ini bisa jadi hal yang berbeda.

Dalam demonstrasi, hingga situasi merah, polisi mempunyai personil dengan kapasitas maksimum satu kompi. Ini terdiri dari 90 orang kompi dalmas yang dilengkapi helm dengan pelindung muka, pelindung kaki dan tangan, tameng dan tongkat pemukul, atau biasa disebut tongkat“T”. Selain itu terdapat juga 38 personil lain mulai dari komandan, kameramen, penembak gas air mata, polisi satwa (dengan kuda dan anjing) pemadam api, intel, dsb. Satuan lain seperti polisi air dan udara, adalah pendukung yang dapat dikerahkan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dengan demikian bantuan medis secara spesifik ditujukan untuk luka pukul, luka senjata tajam (biasanya terjadi karena warga yang terprovokasi atau ormas reaksioner), luka tembak, pengaruh gas air mata (dapat menyebabkan mata yang perih, sesak dan nyeri pernafasan, iritasi kulit, perdarahan, dan bahkan kebutaan), kelelahan, kepanasan, luka gigit anjing (kemungkinan infeksi), lemparan batu dan luka bakar (kecelakaan karena molotov yang gagal). Penyakit akut bagi demonstran sudah harus ditanggulangi oleh monitor medis masing-masing kelompok. Tetapi jika memungkinkan medis jalanan juga menyediakan obat-obatan umum, seperti maag, pusing, dan pencernaan.

Peralatan :

Seluruh peserta aksi sangat disarankan untuk membawa :

•         Nomor telepon darurat •         Spidol
•         Semprotan air •         Peta
•         Makanan ringan, makanan •         Spare Pakaian dalam kantong tertutup
•         Air (2 liter), atau ramuan re-hidrasi (lihat halaman selanjutnya) •         Uang untuk telepon, makanan, taksi, dll.

Peralatan tambahan yang bisa dipertimbangkan:

•         Radio dua arah, ponsel •         Fanny Pack
•         Kompas •         Pisau atau gunting (hati-hati dengan polisi)
•         Senter •         P3K minimal dan obat-obatan pribadi

Peralatan bagi medis jalanan (huruf tebal adalah wajib) :

•         Identitas •         Plester gulung
•         Sarung tangan nitryle atau vinil (handscoon) •         Spalk (penyangga tulang patah)
•         Stetoskop •         Asam mefenamat (obat nyeri)
•         Manset Tekanan Darah •         Alkohol 70% (antiseptik)
•         Kassa Steril •         Rivanol (pengompres luka)
•         Tampon/bantalan menstruasi •         Tabung O2 mini
•         Peta rumah sakit •         Senter
•         Nomor telepon ambulan rumah sakit •         Ramuan LAW dan re-hidrasi (lihat di bawah)
•         Perban gulung •         Povidoniodin (obat merah)
•         Gunting/pisau medis •         Selimut darurat
•         Peniti  

 

Gas air mata :

Seperti semua senjata yang tidak mematikan, atau yang kurang mematikan, gas air mata digunakan untuk menciptakan ketakutan. Suara nyaring dari ledakan dan tanda asap yang berputar dapat menyebabkan panik bahwa sebelum efek kimia punya kesempatan untuk bereaksi. Sudah menjadi tugas medis untuk tetap tenang dan menyelamatkan demonstran dari gas, lalu merawat mereka sebaik mungkin. Ingat: gas air mata adalah senjata yang dirancang untuk tujuan ini, dan menangkalnya akan selalu menjadi tantangan tersendiri.

Pencegahan sederhana seperti pasta gigi, sampo bayi, krim mentol, dan cuka diragukan efisiensinya. Penanganan lebih profesional adalah dengan Liquid Antacid and Water (LAW), campuran 50/50 antara air dan dengan antacid yang mengandung baik Magnesium Hidroksida atau Aluminium Hidroksida. Pengobatan ini digunakan baik untuk mata atau kulit pada saat serangan gas air mata atau semprotan lada. Sedikit LAW yang diterapkan langsung pada area yang terpengaruh dapat mengurangi rasa sakit ketika seseorang yang terkena gas air mata dipindahkan ke area aman. Ramuan LAW sama sekali tidak dibuat untuk penyembuhan total. Penanganan lebih lanjut adalah membawa demonstran ke area dengan udara segar, menyemprotkan air ke mata dan mulut, dan terakhir jika memungkinkan, mencuci tangan dan wajah untuk menetralisir asam. Harus ditekankan bahwa gas air mata sama sekali tidak boleh tertelan, dan karenanya penting bagi demonstran untuk menutup mulutnya sebaik mungkin. Pembersihan mulut dapat dilakukan dengan berkumur dan berludah. Untuk hidung, batuk yang kuat saja sudah cukup. Setelah pertolongan pertama, jika masih ada efek parah dari gas air mata (sesak nafas, pucat, mual, dan pandangan kabur atau kebutaan) harus dibawa ke ambulan dan fasilitas kesehatan lain.

Bagaiamanapun gas air mata adalah senjata, dan tidak ada senjata yang aman. Ada beberapa risiko cedera permanen yang serius atau kematian ketika gas air mata digunakan. Ini termasuk risiko terkena lontaran kartrid gas air mata, yang meliputi memar parah, kehilangan penglihatan, patah tulang tengkorak, dan bahkan kematian. Sementara konsekuensi medis dari gas itu sendiri biasanya terbatas pada peradangan kulit ringan, komplikasi yang tertunda juga mungkin: orang dengan kondisi pernapasan yang sudah ada sebelumnya seperti asma, yang sangat berisiko, cenderung membutuhkan perhatian medis dan mungkin terkadang memerlukan rawat inap atau bahkan dukungan ventilasi dan karenanya harus mendapatkan prioritas bantuan medis. Monitor medis dalam hal ini harus mengetahui kondisi kesehatan masing-masing anggota kelompoknya. Efek gas air mata biasanya bertahan selama setengah atau satu jam setelah paparan, sehingga sangat penting bagi medis jalanan untuk melakukan perawatan supaya demonstran dapat lanjut beraksi secara normal.

Paparan kulit terhadap gas CS dapat menyebabkan luka bakar kimia atau menyebabkan dermatitis kontak alergik (karenanya disarankan untuk menggunakan sarung tangan latex atau pakaian yang tidak menyerap gas). Kartrid gas, begitu meletus, bisa menjadi sangat panas dan tidak aman untuk ditangani tanpa sarung tangan pelindung. Polisi diperlengkapi dengan peralatan untuk melindungi diri dari efek gas air mata. Tetapi di Indonesia, polisi tidak menggunakan masker gas, sehingga melempar atau menendang kembali kartrid gas ke garis polisi dapat dianggap sebagai tindakan ofensif. Di Makassar, asap gas air mata malah berbalik tertiup angin ke arah barisan polisi yang maju menyerang demonstran, sehingga mereka terpaksa mundur kembali sambil terbatuk-batuk. Ketika polisi menggunakan masker gas, ini bisa jadi pertanda bahwa serangan gas air mata dimulai, sehingga ini bisa jadi peringatan bagi demonstran yang lain, khususnya yang berada di barisan belakang. Dalam situasi darurat, dimana demonstran terinjak atau mengalami kemacetan akibat kerumunan demonstran dengan konsentrasi padat, medis jalanan atau demonstran dengan masker gas tidak hanya perlu menyelamatkan demonstran yang lain, terutama juga harus menghalau polisi yang maju dan berniat memukul demonstran. Karena ketika orang dipukul pada jarak dekat atau sangat terpapar, cedera mata yang melibatkan jaringan parut pada kornea dapat menyebabkan hilangnya ketajaman visual secara permanen. Tingkat paparan yang sering atau tinggi membawa peningkatan risiko penyakit pernapasan.

Kepanasan, Kelelahan dan Kehausan (dehidrasi) :

Hipotermia akibat cuaca dingin sangat kecil kemungkinannya di Indonesia. Kemungkinan paling besar adalah lelah akibat kepanasan (heat illness). Efek samping dari cuaca panas dapat berujung pada euforia, amuk, kulit memerah dan kering, pusing, kebingungan, nafas terburu-buru, otot pegal, atau konsentrasi rendah. Tanda-tanda ini dapat mengarah kepada pengambilan keputusan yang buruk, kekerasan, dan ketidakmampuan dalam menilai bahaya atau mundur dari area berbahaya.

Untuk kehausan biasa, minum air mineral saja sudah cukup, dingin lebih baik. Untuk kondisi yang agak parah, campuran re-hidrasi, atau pengairan dan pengembalian cairan tubuh yang lebih maksimal sangat diperlukan. Ramuan re-hidrasi terdiri dari campuran 50/50 antara air dan minuman olahraga (atau jus buah). Sedikit taburan garam, untuk mengganti sodium yang hilang melalui keringat juga baik. Isi dan kasih label pada beberapa botol kecil dengan campuran ini untuk diberi kepada mereka yang membutuhkan. Demonstran juga sangat dianjurkan membawa campuran ini sebagai pertolongan pertama yang minimal, dengan saling menjaga satu sama lain. Medis jalanan harus membawa ini, dan jumlahnya tergantung dengan kapasitas medis itu sendiri.

Kepanasan sangat mudah ditangani, namun kami menyarankan hal berikut:

  • Ketahui tanda-tandanya,
  • Lindungi dari sinar matahari langsung dan sumber panas lain,
  • Istirahat yang cukup, lakukan pendinginan,
  • Minum air yang cukup,
  • Angkut barang yang ringan (sangat penting untuk berangkat demonstrasi secara berkelompok sehingga barang berat dapat diangkut bergilir),
  • Kenakan pakaian yang longgar berwarna cerah,
  • Hindari alkohol, kafein dan makanan berat. Di Indonesia, pasukan nasi bungkus kerap ditujukan kepada para demonstran bayaran yang datang hanya untuk mencari makanan. Jika dilakukan pasca aksi tidak jadi masalah. Tetapi jika dilakukan saat demonstrasi berlangsung, proses pencernaan makanan akan berkerja maksimal dan menciptakan panas bagi tubuh, yang malah memperburuk keadaan. Untuk kerusuhan, sangat disarankan untuk makan makanan ringan tetapi dengan kandungan energi dan nutrisi tinggi, misalnya coklat batangan.

Perawatan luka :

Perawatan untuk luka harus diajarkan dalam kursus pertolongan pertama. Berikut ini adalah saran yang sangat mendasar dan masuk akal tetapi bagaimanapun juga tidak menggantikan pelatihan pertolongan pertama. Jika kamu ingin menawarkan perawatan luka yang serius kepada rekan-rekan aktivismu, silakan menghadiri kursus pertolongan pertama sebelum mempertimbangkan dirimu mampu mengobati luka.

Perban yang steril ideal untuk tugas ini, tetapi dalam keadaan darurat, semua jenis kain bersih tidak jadi masalah. Berbagai jenis pembalut dan perban diperlukan untuk mengatasi cedera dengan ukuran dan lokasi yang berbeda, membuat kit pertolongan pertama yang benar adalah prioritas bagi petugas medis manapun. Langkah yang harus dilakukan adalah:

  • Bersihkan luka, jika tidak berdarah, dengan larutan garam. Jika berdarah, berikan tekanan dengan kain kasa atau kain lain sampai berhenti ketika sedang memperhatikan untuk tidak menghambat sirkulasi darah.
  • Tutup seluruh luka menggunakan pembersih yang steril dan sesuai ukurannya, seperti kain kasa atau bantalan anti-
  • Tergantung pada ukuran rias yang diperlukan, kencangkan menggunakan pita atau perban. Ikat atau rekatkan perban jika diperlukan sambil memastikan sirkulasi darah yang memadai. Jangan terlalu mengencangkan pembalut atau perban karena ini dapat menyebabkan pembengkakan tambahan.
  • Jika perdarahan berlanjut tanpa penghambatan mencari perhatian medis yang memadai untuk individu – (jika memenuhi syarat) terus memberikan perawatan yang diperlukan.

Metode ini cukup baik untuk segala luka dan goresan ringan.

Luka yang lebih serius harus dibersihkan dan dibungkus untuk melindungi dan menstabilkan mereka dengan kemampuan terbaikmu, sementara kamu mengupayakan orang yang terluka terbantu dan selamat untuk sementara waktu. Luka yang tampaknya membutuhkan jahitan (luka yang dalam, menganga, atau besar; luka yang tidak berhenti mengeluarkan darah dalam beberapa menit, dan seterusnya) harus didesinfeksi dan ditutupi dengan kemampuan terbaik yang kamu bisa, setelah kamu telah memanggil layanan darurat.

Bahkan jika seorang pengunjuk rasa telah terluka parah, sangat mungkin (dan didahului) bagi polisi untuk menolak akses tim medis melewati garis mereka ke “daerah tanpa jaminan”. Meskipun petugas medis jalanan telah dikenal bertindak sebagai penghubung antara pemrotes dan polisi dan merundingkan ambulans atau orang yang dirugikan, kemungkinan medis yang maju untuk memberikan bantuan bisa ditolak untuk pihak yang dirugikan, selalu ada.

Luka bakar :

Sekalipun foto-foto demonstran dengan masker gas melempar molotov mendominasi citra populer mengenai kerusuhan saat demonstrasi, pertempuran jalanan ketika demonstran melakukan serangan molotov biasanya tergolong jarang terjadi. Medis jalanan harus selalu siap terhadap kemungkinan ini khususnya dalam situasi konflik jalanan dengan eskalasi meluas, aksi massa dalam jumlah besar, di titik konflik, khususnya, revolusi! Luka bakar umumnya terjadi karena cipratan atau minyak yang menyala, atau yang paling jarang, akibat salah lempar.

Luka bakar dikategorisasikan menjadi tiga tingkat. Masing-masing tingkat berdasarkan luka pada kulit. Luka bakar tingkat empat adalah luka bakar yang mencapai tendon dan tulang (yang sangat kecil kemungkinannya karena molotov). Kemungkinan luka bakar yang terjadi ada di tingkat satu dan dua. Untuk langkah penanganan awal, kami merekomendasikan hal berikut:

  1. Matikan api. Padamkan api atau hentikan kontak orang dengan pakaian yang terbakar. Bantu orang itu untuk“berhenti, rebah, dan berguling” untuk menahan api. Terkadang orang terlalu panik dan malah berlari-lari, sehingga ada baiknya untuk menangkapnya. Selanjutnya, hilangkan materi membara dari orang tersebut. Hapus pakaian yang panas atau terbakar. Jika pakaian menempel pada kulit, potong atau robek di sekitarnya.
  2. Hapus pakaian dan atribut ketat segera. Lepaskan perhiasan, ikat pinggang, dan pakaian ketat. Luka bakar bisa membengkak dengan cepat.

Kemudian ambil langkah-langkah berikut untuk luka bakar tingkat pertama (memengaruhi lapisan atas kulit) :

  1. Cool burn. Tahan kulit yang terbakar di bawah air dingin (tidak dingin) atau rendam dalam air dingin sampai rasa sakit mereda. Gunakan kompres jika air yang mengalir tidak tersedia.
  2. Lindungi luka bakar. Tutup dengan perban steril steril atau kain bersih. Jangan oleskan mentega atau salep, yang dapat menyebabkan infeksi.
  3. Mengatasi nyeri. Berikan pereda nyeri seperti ibuprofen (Advil, Motrin), acetaminophen (Tylenol), atau naproxen (Aleve).

Untuk luka bakar tingkat dua (memengaruhi 2 lapisan kulit atas):

  1. Cool Burn. Benamkan dalam air dingin selama 10 atau 15 menit. Gunakan kompres jika air yang mengalir tidak tersedia. Jangan menggunakan es. Ini dapat menurunkan suhu tubuh dan menyebabkan rasa sakit dan kerusakan lebih lanjut. Jangan pecah lepuh atau oleskan mentega atau salep, yang dapat menyebabkan infeksi.
  2. Lindungi Luka Bakar. Tutup dengan longgar dengan perban steril dan tidak lengket serta aman di tempat dengan kain kasa atau plester.
  3. Mencegah Shock. Kecuali orang tersebut mengalami cedera kepala, leher, atau kaki, atau itu akan menyebabkan ketidaknyamanan:
  • Baringkan orang itu datar,
  • Tinggikan kaki sekitar 12 inci,
  • Tinggikan area luka bakar di atas tingkat jantung, jika memungkinkan,
  • Tutupi orang tersebutdengan mantel atau selimut.
  1. Larikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Penahanan massal :

Ketika sebagian atau seluruh demonstran terjebak dan ditahan, medis jalanan harus mengupayakan bahwa ia juga berada dan mengikutkan diri dalam penahanan. Ia tetap memberikan bantuan medis semampunya kepada demonstran. Pastikan bahwa peralatan dan atribut tidak disita dan memberikan pernyataan kepada polisi dengan baik dan jelaskan kapasitasmu sebagai medis. Jika terjadi penyitaan, pastikan ada peralatan medis minimal yang harus dipertahankan mati-matian, seperti perban, minyak kayu putih, antiseptik luka dan obat-obatan lain (selalu ingat bahwa penyitaan harus dihindari).

BAGIAN IV

CARA BERBICARA KEPADA POLISI HURU-HARA DAN DEMONSTRAN

Tim medis jalanan harus bernegosiasi dengan polisi dan dengan pengunjuk rasa lainnya untuk mendapatkan perawatan atau bantuan medis, bagaimanapun situasinya. Kadang kita harus mengorganisir pengunjuk rasa untuk menghentikan beberapa aktivitas yang membahayakan ruang aman kita untuk memperlakukan seseorang. Demonstran harus berkomunikasi satu sama lain, mengkoordinasikan kegiatan, memperingati jebakan polisi, dll.

Medis bisa jadi memiliki tato A.C.A.B di dadanya dan memiliki sentimen negatif terhadap kepolisian. Tetapi ingat, selama kerja di lapangan, bersikap kooperatif dan mengurangi konfrontasi langsung yang tidak perlu sangat disarankan. Ini untuk menghindari kemungkinan ditahan atau pemukulan, yang membuat seorang medis jalanan memerlukan bantuan medis lain. Berwajah tenang, nyaring tanpa harus bernada tinggi, gestur tidak menantang, dan sorotan mata yang tidak tajam akan sangat membantu.

Polisi:

Dalam banyak kasus, polisi tidak peduli dengan menghukum demonstran, mereka hanya mengikuti perintah dan pulang setelah shift mereka dengan sedikit jengkel. Sedangkan jika ada yang sekarat atau sakit parah adalah hal yang menjengkelkan, terutama jika akan ada publisitas buruk, dokumen, dan mungkin bahkan penyelidikan publik. Dalam penahanan massal di mana orang terjebak, polisi tidak peduli untuk membiarkan beberapa “ikan lolos dari jaring”.

Ini adalah beberapa jenis orang yang harus kita negosiasikan dengan polisi saat aksi untuk dilepaskan, atau bahkan untuk secepatnya kita bawa ke ambulan. Terkadang kita juga akan ditahan (tapi ingat, medis tetap bertugas bahkan ketika ditahan, dan dipenjara).

  1. Seseorang yang terluka sangat parah,
  2. Seseorang dengan luka atau penyakit akut yang sangat bisa dikompromikan untuk dibebaskan terutama hanya karena pembangkangan sipil ringan,
  3. Demonstran yang mengalami ketakutan berlebihan setelah ditahan (ini akan menimbulkan stress dan tekanan psikologis),
  4. Demonstran yang hamil,
  5. Demonstran yang sangat tua atau di bawah umur 16 tahun, dan
  6. Demonstran berkursi roda yang tidak dapat mengurus dirinya sendiri tanpa asistennya.

Medis lapangan bersama tim legal juga perlu mempertimbangkan orang-orang berikut di luar pertimbangan medis, seperti tokoh atau pemimpin pergerakan bawah tanah tetapi tidak dapat diidentifikasi oleh polisi, yang penahannya dapat membuat aktivitas pasca-aksi menjadi berantakan.

Terkadang ambulan tidak dapat mendekatimu baik karena gabungan strategi polisi, ketidakmampuan komunikasi polisi, atau teknisi dan supir ambulan yang takut untuk mendekati area yang tidak aman.

Dalam situasi seperti ini, kami merekomendasikan hal berikut.

  1. Minta izin untuk berbicara dengan komandan kepolisian.
  2. Jelaskan secara singkat siapa dirimu, kapasitas medismu, dan situasinya.
  3. Nyatakan dengan jelas solusi rekomendasimu, misal:

Orang ini perlu ambulan sekarang juga. Orang ini perlu dilepaskan begitu saja dan tidak perlu ditahan. Orang ini bukan demonstran dan seharusnya dilepaskan. Ia butuh dikawal oleh asistennya, bapak bisa jamin itu?

  1. Nyatakan apa yang bisa kamu bantu. Jika kamu merasa tidak didengarkan, pastikan kamu berbicara dengan polisi berpangkat tinggi yang memiliki otoritas untuk mengambil keputusan. Buat penekanan lebih sembari tetap profesional dan menghargai. Pertimbangkan untuk melibatkan media, bantuan legal lapangan, dan beberapa saksi dalam negosiasimu. Selalu ingat bahwa polisi punya hukum dan protokol untuk demonstran yang membutuhkan perawatan medis darurat.
  2. Jika mereka menolak bantuan apa pun, pertimbangkan untuk memberikan tekanan luar pada polisi dengan memanggil dokter, pengacara, politisi, media, dll, juga memanggil seseorang dalam hierarki polisi atau pemerintah.
  3. Jika keadaan memburuk dan polisi menolak untuk membantu orang yang terluka parah, pertimbangkan untuk memobilisasi orang-orang untuk aksi langsung, seperti dengan sengaja membawa korban melalui jalur polisi ke ambulan, membangun blokade tubuh dan menghalangi polisi yang berniat melakukan penangkapan. Ini lebih baik dilakukan dengan niat medismu yang jelas, bertindak serentak, dan ditemani oleh media dan perwakilan hukum. Dalam situasi darurat, kami pertimbangkan relawan perempuan untuk menghalang polisi, sementara relawan laki-laki melakukan evakuasi.

Ruang aman.

Jika kamu berada di tengah-tengah konfrontasi ramai dan kerusuhan (misal, ketika demonstran melempar batu dan molotov, polisi menembakkan gas air mata, dsb), kamu membutuhkan ruang aman yang luas untuk melakukan perawatan dan mengantar demonstran yang terluka.

Ingat, bahkan dalam situasi krisis, biasanya ada orang-orang yang INGIN membantu. Sudah menjadi tugasmu untuk memberikan arahan soal apa yang mereka bisa bantu. Medis harus secara langsung mengarahkan relawan untuk menginformasikan demonstran dan polisi untuk membantu menciptakan ruang aman. Ini artinya demonstran harus diarahkan untuk melakukan aksi mereka jauh dari zona aman, berhenti melakukan tindakan yang dapat memprovokasi polisi, atau bahkan mengatur barisan tubuh dan halangan dengan benda-benda yang ada di sekitar dengan efektif antara area perawatan dan polisi. Lalu, mereka membutuhkan perlindungan serupa untuk mengantar yang terluka ke titik yang berada di luar zona pertempuran.

Sekali lagi ingat, arahkan demonstran yang lain.

  1. Nyatakan dengan jelas masalahnya. “Kami butuh bantuan untuk demonstran yang terluka.
  2. Jelaskan dengan singkat siapa dirimu, dan kapasitasmu. “Saya adalah medis/demonstran yang membantu orang ini.
  3. Nyatakan dengan jelas usulanmu.“Kami butuh ruang aman untuk merawat kamerad yang terluka, dan butuh area aman untuk orang-orang ini. Kami telah bilang kepada siapapun yang melempar benda-benda ke polisi untuk berhenti dan meninggalkan area ini.
  4. Tawarkan solidaritas mereka untuk membantu. “Pak, saya perlu bantuannya untuk bantu mengarahkan orang atau bantu kami melindungi yang terluka, atau mereka harus dipindahkan 30 meter dari sini. Lalu kami butuh bantuannya untuk membantu orang yang terluka ini ke ruang klinik atau ambulan.

Berbicara ke kerumunan massa.

Jika kamu memiliki megafon, ini akan menjadi lebih mudah. Jika tidak, coba “cek mik” dengan mengajak yang lain menjadi “megafon manusia” dan menjadi corong untuk mengulang-ulang pesanmu kepada kerumunan. Jika kamu berada dalam demonstrasi yang berisik, atau long march, sementara tidak ada megafon dalam jarak yang cukup dekat untuk digunakan, kamu perlu mencoba untuk mengajak beberapa yang lain untuk meneriakkan pesan pada saat yang bersamaan. Teriakan saja kata-kata yang singkat. “Mundur! Mundur! Butuh bantuan! Butuh Bantuan! Minggir! Minggir!

Berdiri yang tinggi untuk menarik perhatian.

Pertimbangkan untuk berdiri di pundak seseorang, di atas tong sampah, trotoar. Kibarkan bendera.

Evakuasi massa :

Dalam situasi tertentu, terkadang demonstrasi dibubarkan paksa dengan keras. Demonstran dipukul mundur, ditembaki, dan dikejar. Medis dalam ini mengambil tindakan preventif untuk menyelamatkan lebih banyak orang, atau mencegah lebih banyak korban berjatuhan, dengan memberikan bantuan lapangan yang sifatnya non-medis. Hal ini akan lebih baik kalau dilakukan dengan sekelompok orang yang bekerja bersama. Cepat tentukan taktikmu dan siapa yang akan melakukan apa.

  • Dalam pertempuran jalanan beberapa orang harus kembali ke persimpangan terdekat dan mengarahkan massa untuk menghindari jebakan polisi. Medis harus berada selangkah lebih awal dari massa. Mereka akan berteriak dengan jelas peringatan singkat, yaitu: “Polisi akan menjebak ke depan. Belok kiri ke sini!”Minta orang-orang yang telah memimpin demo dengan bendera untuk juga menunjukkan rute yang lebih aman.
  • Yang lain di depan harus berdiri di tengah kerumunan yang maju, naik ke atas kerumunan jika memungkinkan, dan berteriak: “Polisi menjebak di depan. Berbalik!
  • Dalam medan pertanian, sawah dan hutan, atau medan tanpa bangunan dan lapangan luas, biasanya massa akan mundur dan kabur secara sporadis. Medis harus berpencar dalam radius seluas mungkin untuk memeriksa kemungkinan korban tewas atau terluka yang tidak diketahui. Beberapa medis harus mendekat ke barisan polisi dengan konsentrasi yang padat, khususnya yang memegang senjata api.

PENUTUP

Panduan ini diterjemahkan dan diadaptasi dari literatur AS dengan situasi sosial-politik, peralatan dan kinerja polisi yang berbeda. Sebagian besar materi perlu penyesuaian kembali dengan situasi lokal (seperti semprotan lada yang tidak digunakan oleh polisi). Kami berterima kasih pada kamerad dari latar belakang kesehatan dan kedokteran yang punya simpati dan komitmen terhadap gerakan sosial, yang berkontribusi dalam penyusunan panduan ini. Mereka adalah harapan, dan masa depan kita akan banyak bergantung pada peran mereka untuk lepas dari jebakan institusi kesehatan yang dikuasai modal, dan struktur birokrasi yang berbelit-belit.

Ada banyak perkara teknis yang tidak termuat di dalam panduan ini, sebagian besar pengetahuan akan kita dapatkan saat di lapangan dan improvisasi mutlak sangat diperlukan. Beberapa strategi dalam gerakan tidak disampaikan di sini kecuali dalam pertemuan tatap muka. Secepatnya kami berencana untuk menyusun panduan medis jalanan yang lebih lengkap, sebab membaca panduan ini tidak lantas membuatmu menjadi medis jalanan begitu saja. Jika memang punya kepedulian besar terhadap demonstran dan ingin terlibat dalam aksi-aksi pertolongan pertama, hubungi koordinator relawan Palang Hitam terdekat. Kami juga sangat menyarankan pelatihan bantuan medis yang serius dari institusi profesional lain.

Relawan medis jalanan perlu diorganisir, dan Palang Hitam hadir untuk tujuan tersebut. Tapi panduan ini harapannya bisa membuat tiap demonstran menjadi medis, paling tidak, bagi keselamatan dirinya sendiri. Keselamatan paling utama tentu saja adalah menghindari aksi-aksi yang memungkinkan munculnya kekerasan. Tetapi perjuangan kita menyaratkan konsekuensi-konsekuensi macam itu. Tidak mungkin tidak. Kita harus mempersiapkan perkara medis, dan kita harus memulainya dari sekarang,

Kunjungi web berikut untuk medis jalanan lebih lanjut:

http://medic.wikia.com/wiki/Street_medic

http://www.paperrevolution.org/street-medic-guide/

http://www.bostoncoop.net/~balm/resources.html

Buku manual gratis :

http://www.paperrevolution.org/wp-content/uploads/2018/03/Street-Medic-Handbook-Occupy-Chicago-2012.pdf